Banyak kaum Muslimin yang belum memahami dengan benar tata cara mandi junub (mandi janabah) sesuai ajaran Rasulullah SAW. Padahal, mandi ini merupakan bagian penting dalam bersuci sebelum melaksanakan ibadah seperti salat.
Dasar Hadis
Tata cara mandi janabah dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar, yang terdapat dalam Sahih Bukhari nomor 248.
Makna hadis tersebut secara ringkas:
Rasulullah SAW mengambil air dengan kedua tangan sebanyak tiga kali, lalu menyiramkannya ke kepala, kemudian meratakan air ke seluruh tubuh.
Ketika ada yang bertanya karena memiliki rambut lebat, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki rambut yang lebih lebat, namun tetap cukup dengan cara tersebut.
Penjelasan Mandi Janabah
Menurut Adi Hidayat, istilah janabah menunjukkan bahwa mandi ini harus mengenai seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali.
Artinya, tidak boleh ada bagian tubuh yang terlewat dari air, berbeda dengan mandi biasa yang terkadang tidak merata.
Sumber Hadis Lain
Selain dari Aisyah, tata cara mandi janabah juga diriwayatkan oleh Maimunah binti al-Harith dalam Sahih Muslim nomor 316.
Tata Cara Mandi Junub yang Benar
Berdasarkan hadis-hadis tersebut, berikut langkah-langkah mandi janabah sesuai sunnah:
1. Niat
Berniat dalam hati untuk menghilangkan hadas besar (mandi janabah).
2. Membasuh Kedua Tangan
Mencuci kedua tangan terlebih dahulu sebelum memulai mandi.
3. Membersihkan Kemaluan
Membersihkan area kemaluan dengan tangan kiri.
4. Berwudhu
Melakukan wudhu seperti hendak salat.
(Boleh menunda membasuh kaki hingga akhir mandi).
5. Menyiram Kepala
Menyiram kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke kulit kepala.
6. Menyiram Seluruh Tubuh
Menyiram air ke seluruh tubuh, dimulai dari bagian kanan lalu kiri, hingga tidak ada bagian yang terlewat, termasuk sela-sela tubuh.
7. Membasuh Kaki (Jika Ditunda)
Jika membasuh kaki ditunda saat wudhu, maka dilakukan di akhir mandi.
Apakah Perlu Wudhu Lagi Setelah Mandi?
Tidak diwajibkan berwudhu lagi setelah mandi janabah, selama tata cara mandi sudah mencakup wudhu di dalamnya.
Hal ini berdasarkan pemahaman para ulama dari hadis Nabi SAW bahwa mandi janabah sudah mencukupi untuk bersuci dari hadas besar dan kecil sekaligus.
Kesimpulan
Mandi janabah bukan sekadar mandi biasa, tetapi memiliki tata cara khusus:
- Harus merata ke seluruh tubuh
- Mengikuti sunnah Rasulullah SAW
- Sudah mencukupi untuk bersuci tanpa perlu wudhu lagi (jika dilakukan dengan benar)


