Sunah haiat adalah sunah yang ada dalam pekerja,an sholat namun berbeda dengan sunah ab,ad.kalau sunah haiat ialah sunah yang ketika di tinggalkan secara sengaja atau tidak sengaja maka tidaklah dihukumi atau tidak harus melakukan sujud sahwi.berbeda dengan sunah ab,aad kalau sunah ab,ad itu ketika meninggalkannya secara sengaja maka membatalkan sholat,tapi ketika ada unsur lainnya seperti lupa maka di haruskan sujud sahwi.
![]() |
| 7 Kesunahan Shalat |
1. Mengangkat kedua tangan. “Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib,
dari Nabi saw, bahwa ketika melaksanakan shalat fardhu, beliau memulai
dengan bertakbir dan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan
bahu. Beliau melakukan hal yang sama ketika selesai membaca sebelum
rukuk, juga bangkit dari rukuk. Beliau tidak melakukan hal itu saat
duduk, akan tetapi jika beliau bangkit setelah dua kali sujud, beliau
kembali bertakbir.” (HR. Abu Dawud, dan Tirmidzi)
2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. Sebagaimana
diriwayatkan oleh Jabir, dalam sebuah hadis: “Rasulullah pernah berjalan
melewati seorang yang sedang shalat. orang tersebut meletakkan tangan
kirinya di atas tangan kanannya. Lalu beliau melepaskan tangan tersebut
dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya.”(HR.Ahmad dengan
sanad sahih)
3. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud. Hal ini berdasarkan
keterangan al-Baghawiy dalam kitabnya, Syarh as-Sunnah: “Melihat sesuatu
tidak masalah di dalam shalat, akan tetapi yang lebih baik adalah
mengarahkan pandangan ke tempat sujud.” Beliau melanjutkan bahwa, Telah
diriwatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah saw pernah memandang ke
kanan dan ke kiri saat shalat.
4. Membaca doa itiftah. Sabda Rasulullah saw “Setelah Rasulullah
melakukan takbir dalam shalat, maka beliau berdiam sejenak sebelum
membaca (surat), aku bertanya: Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibumu,
tidakkah engkau tahu diamnya engkau antara takbiratul ihram dan membaca
surat, apa yang engkau ucapkan? Beliau menjawab, Aku mengucapkan:
Allahumma ba`id baini wa baina khadatayaya kamaba adta bainal masyriqi
wal maghrib, Allahumma naqqini min khathayaya kama yunaqqats tsaubul
abyadhu minad dannas, Allahummaqhsilni bilma’i was salji wal barad (Ya
Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana
Engkau menjauhkan ufuk timur dari ufuk barat. Ya Allah sucikanlah alu
sebagaimana disucikannya kain putih dari kotoran, sucikanlah aku dengan
air salju dan air dingin)
5.Membaca ta’awudz. Selesai membaca doa iftitah dan sebelum membaca
surat al-Fatihah, Rasulullah saw senantiasa berta`wudz. Ibnu mundzir
mengatakan riwayat yang bersumber dari Nabi saw, bahwa sebelum membaca
surat Al Fatihah pada rakaat pertama beliau mengucapkan ta’awudz. dibaca
perlahan pada rakaat pertama sesudah membaca doa istiftah sebelum
membaca surat al-Fatihah.
6. Membaca aamiin. Disunahkan membaca “aamiin” setelah membaca Surat
al-Fatihah, baik ketika sedang shalat sendirian maupun berjamaah, baik
sebagai imam maupun makmum dengan suara yang keras, kecuali dalam shalat
sirriyyah.
7. Membaca bacaan susudah al-Fatihah. Disunahhkan pada roka,at prtama dan kedua.yaitu membaca surat-surat yang kita hafal entah itu surat yang panjang atau surat-suratan yang berada dalam juz ama.
Terimakasih…………………………
Wassalamu alaikum wr’wb.


