Normal
0
false
false
false
IN
X-NONE
AR-SA
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-language:EN-US;}
Talak itu di ucapkan dengan kata-kata yang jelas,umpama suami berkata
kepada seorang istri “Engkau saya talak”Engkau saya cerai” Dengan kata-kata
tersebut ,sekalipun tidak disertai niat ,maka jatuhlah talak dan perceraian
tersebut.
Mengingat bahwa
talak itu terbatas dan
dapat mengakibat haramnya hubungan ,maka jangan lah
mudah menggunakan kata-kata tersebut.jadi, tidak tepat bila kata-kata tersebut
di anggap sebagai permainan atau senda gurau.
“Dariabu hurairoh RA ,nabi muhammad saw bersabda : Tiga hal atau perkara jika yang
tiga itu disengaja benar,dan jika disengaja berolok-olok ia pun benar juga
,yaitu:nikah dan rujuk “(HR.imam arba /empat kecuali nasa’i dan dishohekan oleh
al-hakim)
samar atau sindiran (khinayah).Umpama suami berkata “pergilah engkau dari
sini”atau”pulanglah kerumah orang tuamu “.Perkataan tersebut dapat menyebabkan
jatuhnya talak atau cerai bila disertai dengan niat.
” Dan
jika mereka berazam (bertetap hari untuk )talak,maka sesungguhnya allah maha
mendengar lagi mengetahui.(Surat al-bakoroh:227).
Jadi apabila
suami yang akan menjatuhkan talak tidak memenuhi ketiga syarat tersebut ,maka
tidak sah atau tidaklah jatuh suatu pentalakan ,karna sebab itu jangan lah
memudah suatu perkataan yang seperti keterangan di atas .
Rosulullah telah bersabda :
“Dari ibnu
abas ra nabi muhammad saw bersabda :Sesungguhnya allah swt telah menggurkan
dari umatku kekeliruan,lupa ,dan karena dipaksa atasnya”(HR.Ibnu majah dan
K.hakim)
,atau haram ,tergantung kondisi dan penyebabnya.
sendiri dengan sebab tertentu ,maka tidak boleh sewenang-wenang dan masih di
bebani memberikan mut’ah
karena memenuhi permintaan istri.
membayar tebusan kepada suami ,yakni mengembalikan maharnya.
khulu tergolong makruh bahkan haram.
oleh hakim karena ada perpecahan dan suami mau tak mau dapat melakukannya.
talak satu,dua,dan tiga
seorang suami terhadap istri dan masih berhak rujuk selama masih masa iddah.
oleh seorang suami ,dan menyebabkan hilangnya hak rujuk bagi suami terhadapbekas istrinya.
dan kubro.
dengan dengan kata-kata yang jelas (shorih) dan dengan kata-kata yang samr
(kinayah).
atas pertimbangan yang matang dan penuh dengan sautu perhitungan ,sebab talak
tidak boleh dijadikan suatu permainan atau senda gurau.
:
tangga .berumah tanggalah yang romantis dan yumanis agar hidup terasa indah dan
nikmat untuk dijalani.Dan tidak terjadi Talaq


