Biografi Syekh Quro Karawang merupakan artikel yang
mengulas secara rinci tentang penyampai islam pertama di tanah jawa. Kuburan
atau makam ulama atau Waliyullah Syekh qurotul’ain, ada di perkampungan
Pulobata Desa Pulokalapa Kec Lemahabang Karawangbangunan. Penziarah dari beragam pelosok Nusanta datang,
khususnya tiap Jum’at malam Sabtu. Kampung Pulobatta merupakan situs sejarah
Islam yang merupakan asset kabupaten karawang dalam bab paraiwisata serta menjadikan
suatu aset serius bernilai bagi desa pulo bata yang utama.
mengulas secara rinci tentang penyampai islam pertama di tanah jawa. Kuburan
atau makam ulama atau Waliyullah Syekh qurotul’ain, ada di perkampungan
Pulobata Desa Pulokalapa Kec Lemahabang Karawangbangunan. Penziarah dari beragam pelosok Nusanta datang,
khususnya tiap Jum’at malam Sabtu. Kampung Pulobatta merupakan situs sejarah
Islam yang merupakan asset kabupaten karawang dalam bab paraiwisata serta menjadikan
suatu aset serius bernilai bagi desa pulo bata yang utama.
Ada
yang mengatakan bahwa ulama besar yang bergelar Syekh qurotul’ain dengan nama
aslinya Syekh Mursyahadatillah. Dia adalah seorang yang arif dan bijaksana juga
masuk dalam ulama yang hafidz Al-qur’an, selain itu ia juga ahli qiro’at yang
amat merdu suaranya. Beliau merupakan putra ulama besar, penyebar agama Islam
di Kamboja yaitu Syekh Yusuf Siddik yang masih keturunan langsung dai Nabi
Muhammad SAW. Baca secara rinci tentang Syech quro agar Anda benar-benar memahaminya.
yang mengatakan bahwa ulama besar yang bergelar Syekh qurotul’ain dengan nama
aslinya Syekh Mursyahadatillah. Dia adalah seorang yang arif dan bijaksana juga
masuk dalam ulama yang hafidz Al-qur’an, selain itu ia juga ahli qiro’at yang
amat merdu suaranya. Beliau merupakan putra ulama besar, penyebar agama Islam
di Kamboja yaitu Syekh Yusuf Siddik yang masih keturunan langsung dai Nabi
Muhammad SAW. Baca secara rinci tentang Syech quro agar Anda benar-benar memahaminya.
Siapa Raja
Pajajaran Ketika Syekh Quro Masuk ke Tanah Jawa?
Saat
itu Jawa masih dibawah kekuasaan Pajajaran juga masih beragama Hindu, dengan
seorang penguasa yang bernama Prabu Anggalarang. Syekh quro menyebarkan Agama
islam di Kamboja, kemudian menuju area Malaka serta dilanjutkan pada area
Martasinga Pasambangan serta Japura akhirnya sampai ke Pelabuhan Muara Jati
Cirebon tersebut. Syech quro disambut baik oleh Ki Gedeng Tapa atau Ki Gedeng
Jumajan Jati, yang masih keturunan Prabu Wastu Kencana. Masyarakat sekitar
sangat antusias mempelajari semua yang di ajarkan oleh syekh quro.
itu Jawa masih dibawah kekuasaan Pajajaran juga masih beragama Hindu, dengan
seorang penguasa yang bernama Prabu Anggalarang. Syekh quro menyebarkan Agama
islam di Kamboja, kemudian menuju area Malaka serta dilanjutkan pada area
Martasinga Pasambangan serta Japura akhirnya sampai ke Pelabuhan Muara Jati
Cirebon tersebut. Syech quro disambut baik oleh Ki Gedeng Tapa atau Ki Gedeng
Jumajan Jati, yang masih keturunan Prabu Wastu Kencana. Masyarakat sekitar
sangat antusias mempelajari semua yang di ajarkan oleh syekh quro.
Apa yang di
ajarkan oleh syekh quro di Jawa yang berupa agama islam, rupanya sangat mencemaskan
penguasa pajaran, sehingga pada masa itu usaha penyebaran agama islam di hentikan
oleh pemerintah. Titah Raja Pajajaran tersebut dipatuhi oleh Syehk quro.
ajarkan oleh syekh quro di Jawa yang berupa agama islam, rupanya sangat mencemaskan
penguasa pajaran, sehingga pada masa itu usaha penyebaran agama islam di hentikan
oleh pemerintah. Titah Raja Pajajaran tersebut dipatuhi oleh Syehk quro.
Setelah
itu Syech quro pamit terhadap Ki Gedeng Tapa guna kembali ke kamboja. Dimasa
itu pula Ki Gedeng Tapa mengikut sertakan putrinya yang bernama Nyi Mas Subang
Larang untuk berguru terhadap Syekh quro. Setelah beberapa lama ia kembali ke
negeri Pajajaran dengan Rombongan para santrinya dengan naik perahu. Dalam
rombongan tersebut ada Nyi Mas Subang Larang dan Syekh Abdul Rahman. Sang Syekh
Maulana Madzkur juga Syekh Abdilah Dargom.
itu Syech quro pamit terhadap Ki Gedeng Tapa guna kembali ke kamboja. Dimasa
itu pula Ki Gedeng Tapa mengikut sertakan putrinya yang bernama Nyi Mas Subang
Larang untuk berguru terhadap Syekh quro. Setelah beberapa lama ia kembali ke
negeri Pajajaran dengan Rombongan para santrinya dengan naik perahu. Dalam
rombongan tersebut ada Nyi Mas Subang Larang dan Syekh Abdul Rahman. Sang Syekh
Maulana Madzkur juga Syekh Abdilah Dargom.
Kapan Syekh Quro Masuk ke Tanah Jawa ?
Ada
sebuah buku mengatakan
bahwa beliau masuk ke jawa barat pada 1416 Myang. Atau juga dapat di maksud
disini adalah tanjung Pura, yang kala itu pemerintahan di pegang oleh Dalem.
Golongan tersebut sangat ramah tamah pada penduduk sekitar atau pada pemerintahan sehingga
mereka di persilahkan untuk membangun musholla untuk tempat beribadah juga
tempat mereka istirahat. Ketika beliau berada di sana, Syekh quro mulai
mengajarkan atau melakukan dakwah pada mereka tentang agama islam.
Penjelasannya mudah di pahami dan mudah di kerjakan oleh siapapun yang belajar.
Beliau bersama santrinya juga mengadakan pengajian setiap malam. Dan tak lupa
pula beliau kadang menunjukkan suara merdunya lewat qoriah bersama santrinya
yang salah satu dari mereka adalah Nyi Subang Larang.
sebuah buku mengatakan
bahwa beliau masuk ke jawa barat pada 1416 Myang. Atau juga dapat di maksud
disini adalah tanjung Pura, yang kala itu pemerintahan di pegang oleh Dalem.
Golongan tersebut sangat ramah tamah pada penduduk sekitar atau pada pemerintahan sehingga
mereka di persilahkan untuk membangun musholla untuk tempat beribadah juga
tempat mereka istirahat. Ketika beliau berada di sana, Syekh quro mulai
mengajarkan atau melakukan dakwah pada mereka tentang agama islam.
Penjelasannya mudah di pahami dan mudah di kerjakan oleh siapapun yang belajar.
Beliau bersama santrinya juga mengadakan pengajian setiap malam. Dan tak lupa
pula beliau kadang menunjukkan suara merdunya lewat qoriah bersama santrinya
yang salah satu dari mereka adalah Nyi Subang Larang.
Kehadiran
Syekh quro di pajajaran rupanya di dengar oleh sang raja yang pernah melarangnya untuk menyebarkan agama
islam di tanah Jawa. Tidak tanggung tanggung raja pajajaran kala itu mengutus
putra Mahkotanya yaitu Raden Pamanah Rasa untuk mengurus apa yang menjadi
masalah bagi kerajaan. Namun, sesampainya di sana sang putra malah tertegun
dengan suara alunan ayat Al-Qur’an dari Syekh quro dan santrinya.
Syekh quro di pajajaran rupanya di dengar oleh sang raja yang pernah melarangnya untuk menyebarkan agama
islam di tanah Jawa. Tidak tanggung tanggung raja pajajaran kala itu mengutus
putra Mahkotanya yaitu Raden Pamanah Rasa untuk mengurus apa yang menjadi
masalah bagi kerajaan. Namun, sesampainya di sana sang putra malah tertegun
dengan suara alunan ayat Al-Qur’an dari Syekh quro dan santrinya.
Akhirnya
Prabu Pamanah mengurungkan niatnya untuk menutup apa yang di lakuakn oleh sang
syech quro. Atas kehendak yang maha kuasa putra mahkota pajajaran tersebut
jatuh hati pada Nyi Subang larang yang cantik jelita juga mempunyai suaa yang
sangat merdu. Niat Prabu Pamanah di terima dengan lapang hati oleh Nyi subang
larang dengan satu syarat. Syarat tersebut Lintang Kerti Jejer Seratus. Yang di
maksud disini adalah tasbih alat untuk berwirit untuk umat islam. Selain syarat
ini Dia juga mengajukan syarat yaitu keharusan anaknya untuk menjadi rata
penerus ayahnya. Akhirnya syarat itu di penuhi dan dengan petunjuk sang Syekh mereka menikah dan pergi ke Mekkah.
Prabu Pamanah mengurungkan niatnya untuk menutup apa yang di lakuakn oleh sang
syech quro. Atas kehendak yang maha kuasa putra mahkota pajajaran tersebut
jatuh hati pada Nyi Subang larang yang cantik jelita juga mempunyai suaa yang
sangat merdu. Niat Prabu Pamanah di terima dengan lapang hati oleh Nyi subang
larang dengan satu syarat. Syarat tersebut Lintang Kerti Jejer Seratus. Yang di
maksud disini adalah tasbih alat untuk berwirit untuk umat islam. Selain syarat
ini Dia juga mengajukan syarat yaitu keharusan anaknya untuk menjadi rata
penerus ayahnya. Akhirnya syarat itu di penuhi dan dengan petunjuk sang Syekh mereka menikah dan pergi ke Mekkah.
Dari
artikel ini kita dapat melihat bahwa pejuangan islam di tanah jawa melalui hal
yang sangat sulit. Namun, dengan keteguhan hati dan pejuangan kuat dari Syekh quro akhirnya islam dapat tumbuh dan berkembang sampai
saat ini di tanah jawa.
artikel ini kita dapat melihat bahwa pejuangan islam di tanah jawa melalui hal
yang sangat sulit. Namun, dengan keteguhan hati dan pejuangan kuat dari Syekh quro akhirnya islam dapat tumbuh dan berkembang sampai
saat ini di tanah jawa.


