Assalamual alaikum
Alhamdulillah Di kesempatan ini blog ilmufikih.com masih bisa berbagi ilmu, dan semoga apa yang kita buat mendapatkan pahala dan balasan di akhirat kelak.
Pada dasarnya semua manusia di lahirkan fitrah dengan tanpa dosa. Namun kita lupa dengan fitrah kita,sehingga kita melakukan hal-hal yang bisa mengotori diri.sebagian perkara yang mengotori diri adalah menjelekan seseorang, mencela dan meremehkan .
Banyak hadist yang menjelaskan menjelekan orang ,meremehkan dan mencela orang. Namun kita tetap mengabaikannya ,entah itu karna ego atau persaingan atau juga karna merasa dirinya paling mulia.
Inilah hadist tentang menjelekan, meremehkan dan mencela orang
Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.” (HR. Tirmidzi no. 2505.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.” (Madarijus Salikin, 1: 176)
Keterangan diatas seharusnya membuat kita merasa takut ketika menjelekan, mencela atau meremehkan orang yang berdosa, bisa jadi kita akan melakukan hal yang sama.
Menjelekkan, mencela dan meremehkan orang lain membuat seseorang merasa diri lebih suci/lebih bersih dan lebih baik. Padahal kondisi ini justru membuat kita terjerumus pada sifat sombong yang tidak disukai Allah Subhanallahu Wa Taala.
Nabi Muhammad SAW menjelaskan tentang makna Sombong:
Dari Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi, beliau bersabda, “Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata, “Sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus.” Beliau bersabda, ”Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR Muslim).
Ingatlah! Jangan pernah sombong dan merasa selamat dari dosa yang orang lain lakukan, karena bisa jadi kita tak akan selamat dari dosa yang sama.
Jadi sebaiknya berhati hati mencela orang lain. Yang sudah shalih, dan mulia jangan merasa dirinya sudah baik, Yang belum shalih jangan merasa dirinya belum baik, teruslah berusaha memperbaiki diri,sehingga kita bisa merasa orang yang paling jelek.
Dengan itu Mari amalkan doa berikut supaya bisa menjaga hati terus istiqamah dalam kebaikan.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanna Laa Tujigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atik
Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.” (HR. Muslim)
Ingatlah! Saudara-saudaraku hidup hanya sementara, jadilah manusia yang bisa menjauhi perkara-perkara yang jelek dan tidak terpuji.Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan membantu kalian.


