Riwayat Hidup Sunan Gunung Jati Cirebon | ilmufikih

Riwayat Hidup Sunan Gunung Jati Cirebon | ilmufikih

Riwayat Hidup Sunan Gunung Jati Cirebon
Ngajifiqih.com-Syarif Hidayatullah, lahir pada tahun 1450 M, yang nantinya kita kenal sebagai Sunan Gunung Jati , menurut data sejarah yang lain Beliau Lahir pada tahun 1448 M, kita ketahui bahwa Sunan Gunung Jati Merupakan salah satu kelompok dari Wali Songo.

Riwayat hidup sunan gunung jati, biografi sunan gunung jati cirebon, perjalanan hidup sunan gunung jati, silsilah sunan gunung jati

Sunan Gunung Jati menyiarkan Dakwanya di Cirebon, namun sebelum masa Sunan Gunung Jati, dalam sejarah tercatat ada seorang ulama besar dari Baghdad yang telah lebih dulu datang ke Cirebon, Bersama sekitar 22 orang muridnya, adalah Syekh Kahfi yang pertama kali datang ke Cirebon dan menyiarkan Islam.

Sunan Gunung Jati, merupakan cucu dari Raja Padjajaran, dalam menyebarkan Islam di Cirebon beliau dibantu oleh Fatahillah, seorang pemuda yang dikirim oleh Sultan trenggana, selain membantu menyebarkan Islam, Fatahillah juga dibebankan untuk membantu Sunan Gunung Jati melawan Penjajahan Portugis.

Baca Juga :
                   Kesaktian Sunan Kalijaga
                   Riwayat Hidup Sunan Bonang

Menurut Sejarah, Sunan Gunung Jati dan Ibunya Syarifah Mudaim merapat ke Negeri Caruban Larang pada tahun 1475 M, setelah sebelumnya mampir ke Gujarat dan Pasai untuk menambah pengalaman dan Ilmu Agama. Sunan Gunung Jati dan Ibunya disambut dengan baik oleh Pangeran Cakrabuana dan keluarganya. Saat itu Syekh Datuk Kahfi sudah Wafat, dan dimakamkan di Pasambangan.Sunan Gunung jati dan Ibunya kemudian meneruskan Ikhtiyar dari Syeckh Datuk Kahfi untuk membuka Pesantren Gunung Jati.

Sunan Gunung Jati Menikah dengan Putri dari Pangeran Cakrabuana yaitu Nyi Pakungwati, dan Gelar Raja diberikan kepada Sunan Gunung jati pada tahun 1479 dengan Gelar Susuhunan yang memiliki arti Di junjung Tinggi dikisahkan pada tahun pertama pemerintahannya, Sunan Gunung jati berkunjung ke Kerajaan Padjajaran, kunjungan itu untuk menemui Prabu Siliwangi dan mengajaknya Kakeknya untuk masuk Islam, namun Prabu Siliwangi menolaknya, Kendati Menolak Prabu Siliwangi tidak melarang Cucunya untuk menyiarkan Agama Islam di Wilayah Kerajaannya. Setelah itu Sunan Gunung Jati Melanjutkan perjalanannya ke Serang, disana sudah banyak masyarakat yang memeluk Islam. Itu mungkin sebab dari banyaknya Para Saudagar Arab dan Gujarat yang singgah di serang.

Kedatanganya itu disambut baik oleh Adipati Banten, Bahkan Sunan Gunung Jati kemudian di Jodohkan dengan Putri Adipati Banten yang bernama Nyi Kawungten, Sunan Gunung Jati menerima perjodohan itu dan dari Kasil Pernikahan ini Sunan Gunung Jati dikaruninai Dua orang Anak yaitu, Nyi Ratu Winaon dan Pangeran Sebakingking.

Dalam sejarah dikatakan, Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan Islam tidak sendirian, melainkan selalu Bersama dengan anggota Wali Songo yang lainnya, Sunan Gunung Jati dan Anggota Wali Songo Lainnya sering melakukan Musyawarah di Masjid Demak. Dari hasil kerjasamanya dengan Wali Songo Sultan Demak, Sunan Gunung jati kemudian berhasil mendirikan Kesultanan Pakungwati dan mengangkat dirinya sebagai Raja Pertaman yang bergelar Sultan.

Berdirinya Kesultanan Pakungwati di Cirebon ini membuat Raja Padjajaran mukra, karena tidak ada lagi kiriman Upeti kepada Kerajaan Padjajaran yang disalurkan lewat Kadipaten Galuh, kemudian Raja Pajajaran mengiriman Pasukan Terlatihnya yang dipimpin oleh Ki Jagabaya dan diberi tugas untuk menangkap Sunan Gunung Jati yang sudah lancang mendirikan Kesultanan. Namun Usaha dari Ki Jagabaya ini tidak berhasil, malah tidak kembali lagi ke Padjajaran. Ki Jagabaya dan pasukannya masuk islam dan menjadi Pengikut Sunan Gunung Jati.

Dengan bergabungnya Ki Jaga baya dan pasuknya ke Cirebon, membuat Pengaruh Kesultanan Pakungwati menjadi lebih besar, dan membuat daerah-daerah lain seperti Surantaka, Japura, Wana Giri, Telaga dan daerah lainnya, menyatakan diri menjadi Wilayah Kesultanan Cirebon. Dan lagi pengaruh Kesultanan Pakungwati bertambah besar dengan diperluasnya Pelabuhan Muara Jati, ini membuat banyak pedagang besar dari negeri asing datang dan kemudian menjalin kerja sama.

Dari sekian banyak Negeri asing yang datang, salah satunya adalah China, pada saat itu salah satu anggota keluarga dari Kesultanan Cirebon menikah dengan Salah satu pembesar dari China yaitu Ma Huan. Hal ini membuat Hubungan Kesultanan Cirebon dan China semakin Erat terjalin.

Sunan Gunung jati tercatat dalam sejarah diundang ke China dan menikahi Putri dari Kaisar Cinan yang bernama Putri Ong Tien, pada saat itu Kekaisaran cina di pimpin oleh Dinasti Ming yang juga menganut agama islam. Semakin erat saja Hubungan antara kekaisran China dengan Cirebon, hal ini menguntungkan Kekaisaran China dan Kesultanan Cirebon, dan dimanfaatkan untuk dunia perdagangan.

Putri Ong Tien, menganti Namanya menjadi Nyi Ratu Rara Semanding,
Pengaruh China kemudian hadir di Cirebon, dalam bentuk hiasan dan motif  motif di dinding masjid yang berasal dari China. Salah satunya adalah Majid Agung Sang Ciptarasa  yang dibangun pada tahun 1480 M, masjid ini didirikan atas keinginan dari Nyi Ratu Pakunwati Istri Sunan Gunungjati, Pembangunan Masjid ini melibatkan sekali pihak, yang diantaranya Wali Songo dan ada juga sejumlah ahli yang dikirimkan oleh Raden Patah,  dalam pembangunan Masjid ini, Sunan Kalijaga mendapatkan Penghormatan untuk mendirikan SOKO  TATAL sebagai lambing dari Persatuan Ummat. Kemudian Kesultanan Cirebon membangun Jalan Raya yang menghubungkan Cirebon dengan Daerah-daerah lainnya untuk memperluas perkembangan Islam di Seluruh Tanah Pasundan.

Setelah Kesultanan Cirebon Berdiri Kokoh, dan berhasil mengusir penjajahan Portugis dan mengalahkan Padjajaran yang bekerjasama dengan Portugis, Sunan Gunung Jati lebih memusatkan diri pada dakwahnya di Gunung Jati atau di Pesantren Pasambangan, dan mengangkat Pangeran Muhaammad Arifin sebagai penggantinya, namun setelah lima tahun kekuasaanya, Pangeran Muhammad Arifin meninggal Dunia, yang kemudian kedudukan Sultan diberikan kepada Pangeran Sebakingking, yang bergelar Maulana Hasanuddin. Sunan Gunung Jati Wafat pada tahun 1568 di usia 120 Tahun, Beliau di makamkan di Gunung Sembung.

Baca Juga :
                   Hukum Onani Dalam Pandangan Islam
                   Pengertian Islam Nusantara
                   Syarat dan Rukun  Poligami

Itulah Riwayat Hidup Sunan Gunung Jati Cirebon, semoga bermanfaat bagi kalian semua. Jika anda berkenan Silahkan bagikan artikel ini beserta linknya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *