Sejarah Singkat Wali Songo Penyebar Agama Islam Pulau Jawa | Ngajifiqih

Sejarah Singkat Wali Songo Penyebar Agama Islam Pulau Jawa | Ngajifiqih

Ngajifiqih.com-Kata Bung Karno Warga Negara Yang Baik Adalah yang Mampu Menghargai Sejarah Bangsanya

Yah Sejarah! Untuk membangun bangsa kita, kita perlu melihat dan mempelajari Sejarah, sejarah bagaimana Indonesia Merdeka, Sejarah Bagaimana Indonesia Pernah di Jajah selama 350 Tahun dan sejarah yang lainnya.

Yang paling penting dari semuanya adalah, Sejarah bagaimana Islam Masuk Ke Indonesia, menurut catata Sejarah Islam berhasil masuk ke Nusantara mulai pada Abad ke 14, dimulai dari Wilayah Penting di Pulau jawa seperti, Surabaya, Gresik, Lamongan, Demak, Kudus, Muria, Dan Cirebon. Kemudian menyebar ke daerah-daerah dan pulau-pulau lainnya

Wali Songo yang berperan menjadi Perantara Penyerbaran Islam pada aba ke 14 di Nusantara ini, nah untuk melihat fakta sejarahnya, saya sudah merangkum Sejarah singkat dari Wali Songo, simak baik-baik yah!

SEJARAH SINGKAT WALI SONGO DAN PENYEBARAN ISLAM DI PULAU JAWA

1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim / Syekh Maulana Magribi)

Sunan Gresik merupakan Salah Satu Ahli Dakwah yang di amanatkan untuk menyebarkan Islam ke Pulau Jawa dan Sulawesi oleh Sultan Zainal Abidin dari Kerajaan Samudera Pasai. Dan Tugas menyebarkan Islam itu Sunan GIri Ditemani oleh Maulana Ishak. Sunan Giri juga dikenal dengan Nama Maulana Magribi/Syeck Magribi nama ini dikenal karena Sunan Gresik berasal dari Wilayah Maghribi, Afrika Utara. Beliau juga dikenal sdengan nama Syekh Jumadil Kubra.

Menurut Sejarah, Sunan Gresik merupakan orang islam pertama yang masuk ke pulau jawa, dan ini menjadikannya permulaan dari penyebaran Masuknya Islam di Pulau jawa. Sunan Gresik dalam menyebarkan Islam meggunakan cara yang menarik, sehingga banyak menarik perhatian dan simpati masyrakat terhadap Islam. Sunan Gresik Wafat Pada Tanggal 12 Rabiul Awwal 882 H atau 8 April 1419 M, Sunan Gresik di Makamkan di Pekuburan Wetan Gresik

2. Sunan Ampel (Raden Rahmat)

Lahir Di Campa, Aceh pada tahun 1401 M. Memiliki nama Raden Rahmat, Sunan Ampel merupakan Anak dari Maulana Malik Ibrahim, dalam menjalankan Dakwah nya Sunan Ampel mendirikan Pesantren Ampel Denta. Di Pesantren itu Sunan Ampel mendidik dan membimbing banyak pemuda untuk menjadi Dai, diantara muridnya ada beberapa yang dikenal, seperti : Raden Paku, Raden Patah, Raden Makhdum Ibrahim, Maulana Ishak dan Syarifudin.

Menurut Catatan Sejarah, Sunan Ampel merupakan orang yang mengangkat Raden Patah sebagai Sultan Pertama Demak. Yang nantinya akan menjadi tonggak paling besar untuk meletakan peran politik islam di Nusantara. Sunan Ampel Wafat di Surabaya pada tahun 1481 M dan kemudian di makamkan di Ampel.


3. Sunan Bonang (Raden Maulana Makhdum Ibrahim)

Sunan Bonang Merupakan Anak dari Raden Rahmat, Cucu dari Sunan Gresik dan Saudara sepupu dari Sunan Kalijaga, Lahir di Surbaya pada tahun 1465 M, Sunan Bonang menyebarkan Islam dengan cara yang sangat kreatif, beliau dalam menyebarkan Islam selalu beradaptasi dengan kebudayaan Masyarakat. Ketika itu masyakat jawa sanga menggemari Wayang dan Musik Gamelan, melihat kesempatan berdakwah yang baik, Sunan Bonang kemudian melancarkan Dakwahnya melalui Kesenian dan Kebudayaan, seperti membuat Alat Musik dan tembang-tembangan.

Sunan Bonang juga tidak terlepas dari Diangkatnya Raden Patah Menjadi Sultan Demak, beliau lah yeng memberikan Pendidikan Islam secara mendalam kepada Raden Patah, putra dari Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V.


4. Sunan Giri (Raden Paku/ Prabu Satmata/ Sultan Abdul Fakih)

Memiliki Nama Asli Raden Paku, Sunan Giri adalah Putra dari Maulana Ishak Lahir pada pertengahan Abad ke  15, Sunan Giri juga dikenal dengan Panggilan Raden Ainul Yaqin, Dalam berdakwah Sunan Giri mendirikan Sebuah Pesantren Pesantren Sunan Giri Sunan Giri kemudian menyebarkan Dai-dari Hasil Didikannya it uke daerah-daerah diluar pulau jawa, Seperti Madura, Ternaten, Tedore dan Kangean.

Sunan Giri wafat pada tahun 1506 M, Sunan Giri dikenal sebagai Pendidik yang memiliki Jiwa Demokratis, dalam memberikan ajarannya, Sunan Giri menjalankanya dengan berbagai permainan yang memiliki ajaran agama didalamnya, seperti Jelungan, Jor Gula, Cublak-Cublak Suweng, Iler-Iler dan masih banyak lainnya, yang masih terkenang sampai sekarang.


5. Sunan Drajat (Raden Kosim/ Syarifuddin Masih Munat/ Sunan Sedayu)

Ampel, Surabaya adalah tempat Lahir dari Sunan Drajat pada tahun 1407 dengan Nama Asli Raden Qosim atau Syarifuddin. Sunan Ampel adalah Ayahnya, Sunan Drajat dalam dakwahnya menitik beratkan pada masalah-masalah social yang terjadi di masyarakat, maka dari itu Sunan Drajat dalam dakwahnya selalu memiliki Prioritas dan Prinsip bergotong royong dan menanamkan prinsip itu di Masyakat. Sunan Drajat Wafat pada pertengahan abad ke 16 M.


6. Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid/Syekh Malaya)

Memiliki nama Asli Raden Masy Syahid, Beliau dilahirkan pada akhir abad ke 14 M, Raden Sahur tumenggung Wilwatikta adalah Ayahnya, yang merupakan Bupati Tuban Saat itu, dan ibunya adalah Nawang Rum. Sunan Kalijaga dalam dakwahnya berhasil menarik para Bangsawan dan Cendikiawan karena dakwahnya yang akurat dan Intelek.  Dalam Dakwahnya juga Sunan Kalijaga berperan banyak dalam perkembangan Sosial Budaya, seperti menciptakan Wayang Purwa atau Wayang Kulit yang memiliki Corak Islam, Sunan Kalijaga Wafat pada tahun 1586 M

7. Sunan Kudus (Jafar Sadiq/ Raden Undung)

Sunan Kudus merupakan orang yang ahli dalam Ilmu Fiqih, Ushul Fiqh, Tauhid, Tafsir, Hadist dan Logika, itulah yang menjadikannya mendapat Julukan dari Wali yang lainnya sebagai Waliyyulilmi yang bermakna Orang yang ilmunya kuat. Dalam menjalankan Dakwahnya Sunan Kudus melakukannya dengan Pendekatan Kultural.

8. Sunan Muria (Raden Umar Said)

Merupakan Putra dari Sunan Kali Jaga, Sunan Muria memulai dakwahnya di Gunung Muria yang berada 18 KM dari sebelah Utara Kota Kudus, Beliau memusatkan tempat-tempat terpencil menjadi pusat Dari aktifitas Dakwahnya.  Sunan Muria lebih menyukai tinggal di Desa-desa terpencil dan bergaul dengan Rakyat Biasa. Dalam menjalankan Dakwahnya juga Sunan Muria memberikan pelatihan-pelatihan kepada kaum nelayan, pedagang dan masyarakat ada umumnya untuk mempelajari Islam.

9. Sunan Gunungjati (Syarif Hidayatullah)

Sunan Gunung Jati lahir di Mekkah pada tahun 1448 M, ia Merupakan Cucu dari Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi, Sunan Gunung Jati menjalankan Dakwahnya di Cirebon, Majalengka, Kawali, Kuningan dan Sunda Kelapa juga sampai ke Banten. Sunan Gunung jati juga memiliki andil besar dalam memajukan kerajaan Demak, Sunan Gunung jati merupakan orang yang melantik Sultan Trenggono sebagai Raja Demak ketiga, dan membuat kerajaan Demak mencapai puncak kejayaanya sebagai kerajaan Islam di Pulau Jawa.

Nah sudah tahu kan sekarng, wajibnya kita mengetahui sejarah itu seperti wajibnya kita makan setiap hari, agar kita kenyang tentang Sejarah dan kemudian meprosesnya sebagai acuan untuk masa depan yang lebih baik, jangan pernah melupakan Sejarah. Hidupkan sejarah kembali dalam dirimu untuk memulai masa depan yang indah! Semangat!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *