Para Penghuni Surga => Cerita Tentang Zaid Bin Haritsah

Para Penghuni Surga => Cerita Tentang Zaid Bin Haritsah

Diriwayatkan bahwa pada peristiwa Isra dan Mi’raj, ketika Nabi Muhammad SAW sampai di Sidratul Muntaha dan hendak bertemu Allah SWT, beliau melihat seorang bidadari di pintu surga. Ketika ditanya, “Siapakah engkau?”, bidadari itu menjawab, “Aku milik Zaid bin Haritsah.”
Wallahu a’lam.

Kisah ini menggambarkan betapa besar keutamaan Zaid bin Haritsah di sisi Allah SWT. Lalu, apa yang membuat beliau mendapatkan kedudukan istimewa tersebut?

Keteguhan di Peristiwa Thaif

Salah satu fase paling terkenal dalam kehidupan Zaid adalah saat mendampingi Rasulullah SAW dalam peristiwa Peristiwa Thaif.

Setelah mendapat penolakan keras dari kaum Quraisy di Makkah, Rasulullah SAW pergi ke Thaif untuk berdakwah. Kota ini berada di wilayah Hijaz, Arab Saudi. Di sana, beliau menemui para pemuka suku Bani Tsaqif, namun dakwah beliau ditolak dengan kasar.

Tidak hanya itu, penduduk Thaif menghasut anak-anak untuk melempari Rasulullah dengan batu hingga kaki beliau berdarah. Dalam situasi itu, Zaid bin Haritsah berdiri sebagai pelindung, menghadang lemparan batu dengan tubuhnya demi menjaga Rasulullah SAW.

Setelah peristiwa tersebut, Rasulullah beristirahat di sebuah kebun anggur dan memanjatkan doa yang sangat menyentuh, memohon perlindungan dan ridha Allah SWT.

Profil Singkat Zaid bin Haritsah

Zaid bin Haritsah, yang juga dikenal dengan Abu Usamah, adalah salah satu sahabat yang sangat istimewa. Keutamaannya antara lain:

  • Satu-satunya sahabat yang namanya disebut langsung dalam Al-Qur’an (QS. Al-Ahzab: 37)
  • Pernah menjadi anak angkat Rasulullah SAW, hingga dikenal sebagai Zaid bin Muhammad
  • Termasuk sahabat yang sangat dekat dan dicintai Nabi

Masa Kecil dan Perjalanan Hidup

Zaid berasal dari suku Bani Mu’in. Pada masa kecilnya, ia diculik dalam sebuah penyerangan dan dijual sebagai budak di pasar Ukazh. Ia kemudian dibeli oleh Khadijah binti Khuwailid dan dihadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Seiring waktu, hubungan Zaid dengan Nabi menjadi sangat dekat. Ketika ayah kandungnya datang untuk menjemputnya, Zaid justru memilih tetap bersama Nabi. Dari sinilah Rasulullah mengangkatnya sebagai anak angkat.

Perubahan Hukum dan Pernikahan

Status anak angkat ini kemudian diubah oleh Allah SWT melalui wahyu dalam Surah Al-Ahzab. Islam meluruskan praktik adopsi agar tidak mengubah nasab (garis keturunan).

Salah satu peristiwa penting adalah ketika Zaid bercerai dengan istrinya, Zainab binti Jahsy. Kemudian, atas perintah Allah, Nabi Muhammad SAW menikahi Zainab. Hal ini bertujuan untuk menghapus tradisi jahiliyah yang melarang menikahi mantan istri anak angkat.

Zaid dalam Dunia Hadis

Para ulama sepakat bahwa Zaid bin Haritsah adalah sahabat yang terpercaya dan mulia. Ia meriwayatkan hadis langsung dari Nabi, dan hadisnya diriwayatkan oleh banyak sahabat lain, termasuk putranya sendiri, Usamah bin Zaid.

Hadis-hadisnya dapat ditemukan dalam berbagai kitab, seperti:

  • Sunan An-Nasa’i
  • Sunan Ibnu Majah

Wafatnya

Zaid bin Haritsah wafat pada tahun ke-8 Hijriah sebagai panglima dalam Perang Mu’tah. Ia gugur sebagai syahid dalam pertempuran tersebut.

Penutup

Kisah Zaid bin Haritsah mengajarkan tentang:

  • Kesetiaan tanpa batas kepada Rasulullah
  • Pengorbanan dalam dakwah
  • Keteguhan iman dalam ujian

Semoga kita dapat meneladani keikhlasan dan perjuangannya.

Sumber:
Diadaptasi dari tulisan Yunal Isra (Islam.co) dan Tafsirweb.com.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *