2 Konsep Dasar Bank Syariah di Indonesia
Baiklah saya sebagai praktisi pegawai di Bank Syariah Mandiri ingin berbagi pengtahuan perihal Konsep dasar Bank Syariah yang dipakai di Indonesia. ada 2 Konsep dasar yang bisa dipakai yaitu
Profit And Lost Sharing (Kosnsep Bagi Untung dan Bagi Rugi)
Total Revenue Sharing (Konsep Membagi Keuntungan Bersih Secara Keseluruhan)
Baik Kita Bahas satu persatu, untuk konsep yang pertama yaitu Profit and Lost Sharing sangat memungkinkan untuk penabung juga menanggung kerugian sesuai porsi yang telah disepakati di awal.
contohnya seseorang menyimpan di Dana di Bank Syariah dan Bank sebagai pengelola dana menyalurkan pembiyaan retail kelontongan tiba-tiba misal usaha yang disalurkan oleh Bank Syariah Tadi mengalami kerugian maka kerugian itu ditanggung oleh Bank dan penyimpan dana sesuai porsinya begitu pun untung yang didapat maka akan dibagi sesuai porsinya.
Seberapa besar kemungkinan kerugian adalah 50%. makanya Konsep ini tidak dipakai untuk Bank Syariah di Indonesia khususnya karena penabung tidak siap bagi rugi. hayo siapa yang mau tiba-dana di bank berkurang karena bisnis bank mengalami kerugian. 🙂 baik biar tidak salah faham maka kita lanjut ke Konsep yang kedua yang lebih aman.
Konsep yang kedua adalah konsep Total Revenue Sharing, yaitu dimana Total Keuntungan Bank secara keseluruhan dikurangi kerugian dan hasil bersihnya dibagi sesuai porsi atau nisbah yang disepakati di awal.
Konsep inilah yang dipakai di Bank Syariah di Indonesia sehingga kemungkinan untuk berbagi rugi sangat kecil karena dicover dylu oelh keuntungan dari bisnis bank yang lain. contohnya Bank menyalurkan Pembiayaan ke – 10 jenis usaha dan satu nya rugi sementara 9 untung maka keuntungan yang 9 dikurangi oleh 1 sisanya dibagi sesuai posrsi sementara klo Profit And Lost Sharing itu dibagi sesuai jenis usahanya yang 9 dibagi untung yang 1 bagi rugi sehinggga ada yang dapet untung dan ada yang dapat rugi.
Sehingga Konsep Total Revenue Sharing inilah yang dipakai di Bank Syariah di Indonesia. kalo kita perhatikan dengan dana yang kita simpan di Bank Syariah bagi hasilnya setiap bulan akan berbeda hal itu dikarenakan Bisnis bank yang juga dinamis setiap harinya kadang emngambil untung besar kadang mengambil untung atau spread margin kecil walaupun nisbah atau porsi yang disepakati di awal tetap nilainya akan berubah sesuai dengan dinamis nya bisnis bank syariah itu sendiri
kesimpulanya konsep total revenue sharing ini lah yang paling aman yang dipakai kemungkinan bagi rugi hampir tidak ada dengan analisa dan pengamanan Bisnis Bank yang berlapis lapis semoga berkembang Bank Syariah di Indonesia karena konsep ini lah yang kuat terpa badai ekonomi terbukti di krisis 97-98 bank syariah yang kokoh bertahan dengan konsep total revenue sharing nya…
klo penasaran nanti kita bahas lagi yaaa
Wallahu A’lam


