Keutamaan Shalat Berjama,ah

Keutamaan Shalat Berjama,ah

KEUTAMA,AN SHOLAT BERJAMA,AH

Asalamu alaikuum wr”wb .
Alamdulillah wasolatu wasalamu ala rosulillah wa ala alihi wa sobii wamawala lahaula wala kuwata illa billa ama ba,du.

Segala puji kami panjatkan pada alla SWT karna tak ada yang menghaki puji melainkan miliknya.sholawat salam kami jungjungkan dan haturkan pada nabi kita nabi aun nabi akhir jaman nabi muahammad SAW yang tela meembawa ajaran islam dari jaman jahiliyah hingga jaman akhir ini .

Keutamaan Shalat Berjamaah
Rasuluulla telah bersabda :

Artinya :

“Solat berjama,ah itu melebihi sholat sendirian denggan dua puluh tujuuh drajat”.

Abu hurairoh RA meriwayatkan  :Rasuluulla perna suatu waktu tidak menemukan para shohabat di dalam sebagian sholatnya,lalu beliau bersabda ” Aku bermaksud meyuruh lelaki untuk menjadi imam shalat, dan aku mencari orang-orang yang tidak menghadiri shalat jama,a lalu kubakar rumah mereka “

Dalam riwayat lain  : lalu aku mencari orang-orang yang tidak menghadiri solat berjama,a dan menyuruh membakar rumah mereka dengan setumpuk kayu bakar bila seorang dari mereka mengetahui bahwa ia akan memperoleh tulang yang berminyak atau dua kuku binatang, maka ia akan menghadiri solat isya”.

Berkata Ustman RA dengan memarfukan  :
Barang siapa menghadiri sholat jama,ah isya’. maka seakan-akan ia bangun seetengah malam dengan suatu ibadah dan barang siapa menadiri jama,a solat subuh ,maka seakan-akan ia bangun satu malam penu dengan suat ibadah”.

Rosulullah telahh bersabda :

Artinya :

“Barang siapa mengerjakan sholat denan secara berjama,a ,maka ia tela memenui dadanya denan ibadah”.

Berkata sa”id bin musayib RHM :Tiadalah seorang muadzin yang menyerukan adzannya didalam masjid semenjak dua puluh tahun yang lampau ,kecuali aku ada di dalamnya.

Berkata muhammad bin wasi”RHM  : Tiada aku rindukan diduunia ini terkecuali tiga hal :

(1) saudara/teman yang bila aku berlaku bengkok ,maka ia meluruskan ,

(2) makanan dari rijki yang kudapatkan denan mudah tanpa dengan tanpa berbuuat aniyaya kepada oran lain dan

(3) sholat jama,a yan tidak kulupakan dan di tulis suatu keutama,an baiku”.

Diriwayatkan bahwa Abu ubaidila bin al-jarro pada suatu kali menjadi imam sholat dari suatu kaum .Tatkala ia mauu meninalkan -setela selesai solat – ia berkata “tadi setan terus menerus menuntitku sampai aku diberi tahu bahwa aku mempunyai keutama,an di atas selainku .Dari itu ,aku tidak mau menjadi imam solat selama-lamanya”.

Berkata al-asan RHM :janan la kamu mengerjakan sholat di belakang imam  yan tiada bergaul denan ulama “.

Berkata an-nakha”iy RHM : Orang yang menjadi imam sholat tanpa disertai dengan ilmu adala laksana orang yang menakar didalam laut; maka ia tidak mengetahui tambanya dari kekurangannya”.

Berkata hatim al-asham RHM : Aku perna tertingal menerjakan sholat berjama,a, maka aku di ta,ziyahi (dirapati) oleh abu ishaq al-Bukhori saja,tetapi jika yang meninggal dunia itu anakku ,sebab musibah aama menurut manusia adalah lebi ringan dari pada musiba dunia.

Berkata imam ibnu abas RA  : Barang siapa mendenar adzan sholat dan ia tidak menjawabnya, maka ia tidak menghendaki kbaikan dan kebaikan tidak menghendakinya .
    
Berkata Abu hurairo RA : Lebi baik anak adam itu tinggalnya dipenuhi denan timah cair dari pada telinganya mendenar suara adzan lalu tidak menjawabnya.

Diriwayatkan bahwa suatu ketika maimun bin maran pergi menuju masjid ,tetapi setibanya disana ia ternyata oran-oran suda selesai menerjakan solat jama,ah ,maka ia berkata “Inna lillahi wa ina ilayhi roji,un, sungguh keutama,an sholat ini (jama,ah) adalah lebi kucintai dari pada mejadi penuasa tana irak”.
     
Rosululla SAW tela bersabda :

Artinya :
“Barang siapa mengerjakan sholat seelama empat pulu hari dalam berjama,ah dan tidak pernah tertinggal sama sekali takbirotul ihromnya dari imamnya ,maka Allah SWT menulis dua kebebasan  baginya : bebas dari sifat nifaq dan bebas dari api neraka:.

Dikatakan bahwa kelak di hari kiamat terdapat suatu kaum yang di bangkitkan dengan muka yang berseri-seri laksana bintang yang berkilau lalu para malaikat bertanya “Apa amal perbuatan mu daulu?”. jawab mereka “Dahulu kami bila mendengar suara adzan ,maka kami seera bersesuci dan tidak mau di ganggu oleh kesibukan lainnya “. Kemudian dibangkitkan lagi suatu kam yang mukanya laksana rembulan stela di tanya mereka menjawab “Kami dahulu berwudhu sebelum masuk waktu sholat”. Dan di bankitkan lagi suatu kaum yag mukanya seperti matahari, jawab kami ini setelah ditanya “Kami dahulu selalu mendengar suara adzan ketika brada dalam masjid”.

Diriwayatkan bahwa ulama-ulama salaf dahulu meratapi diri mereka selama tiga hari bila tertinggal takbirotul irom dari imamnya sholat berjama,ah ,dan meretapi diri mereka selama tuju ari bila tertinggal dari shholat jama,ah

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *