Awal Mula Di Kumandangkannya Adzan
Adzan disyari’atkan pertama kali pada
tahun pertama hijrah Imam al-Bukhârî (hadits
no. 579) dan Imam Muslim (hadits no. 377) meriwayatkan sebuah hadits yang
menggambarkan peristiwa pensyari’atan adzan yakni :
tahun pertama hijrah Imam al-Bukhârî (hadits
no. 579) dan Imam Muslim (hadits no. 377) meriwayatkan sebuah hadits yang
menggambarkan peristiwa pensyari’atan adzan yakni :
أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُ كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا
الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاَةَ ، لَيْسَ يُنَادَى لَهَا ،
فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِى ذَلِكَ ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ
نَاقُوسِ النَّصَارَى . وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ
. فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِى بِالصَّلاَةِ . فَقَالَ رَسُولُ
اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ »
الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاَةَ ، لَيْسَ يُنَادَى لَهَا ،
فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِى ذَلِكَ ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ
نَاقُوسِ النَّصَارَى . وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ
. فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِى بِالصَّلاَةِ . فَقَالَ رَسُولُ
اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ »
Abdullah
ibn Umar berkata : “Orang-orang muslim saat masuk kota madinah, mereka
berkumpul sambil mereka-reka waktu sholat karena saat itu belum ada alat
panggilan sholat. Mereka kemudian mendiskusikan hal tersebut pada suatu hari.
Sebagian dari mereka berpendapat untuk menjadikan lonceng sebagai alat
panggilan sholat sebagaimana orang nasrani, sebagian lagi berpendapat dengan
menggunakan terompet seperti terompet tanduknya orang yahudi. Lantas sahabat
Umar berkata kepada mereka : “Apakah tidak sebaiknya kalian mengutus
seseorang untuk mengumandangkan waktu sholat ?”. kemudian Rasulullah saw
bersabda : “wahai Bilal, bangunlah dan kumandangkanlah
Do,a setelah adzan;



