Syukur adalah sebuah kata yang mudah diucapkan, bahkan semua orang sering mengucapkan kata ini dengan tanpa beban. Anehnya lagi syukur banyak orang pahami lebih pada ceremonial, yaitu dengan diidentikan tumpeng atau makanan yang disajikan. Sehingga jika tidak melakukan hal itu belum dianggap syukur. Padahal syukur tidak identik dengan makanan, karena syukur bukan makan.
Agar prilaku sykur dapat dilaksanakan dengan baik, hemat penulis harus memahami dulu apa itu syukur? Untuk itu dalam hal penulis akan menjelaskan dulu pengertian syukur secara utuh, yang di dalmnya akan dibahas baik dari sisi bahasa maupun istilah.
Seperti yang kebanyakan orang fahami, dan tertulis juga dalam kamus bahasa arab, bahwa syukur itu terima kasih. Kata terima kasih dalam bahasa arab sering dikatakan syukron, yang berasal dari akar kata syakara, yasykuru syukran. Adapun syukur dalam artian istilah menggunakan seluruh karunia yang telah Allah berikan digunakan di jalan yang Allah ridhai. Pengertian ini juga pernah diungkapkan oleh al-Kudhari dalam kitab Jaouhar Maknun.
Bertitik tolak dari pengertian sykur dalam istilah, maka penulis berpemahaman, bahwa syukur itu tidak identik dengan makanan, apalagi tumpeng. Posisi makanan berbentuk tumpeng hanya perpaduan sodakoh dengan budaya.
Syaikh Ahmad bin Syaikh Hajaji dalam salah satu karyanya, yaitu kitab majalis al-saniyah mengatakan bahwa shalat lima waktu merupakan wujud syukur kepada Allah atas karunia yang telah didapatnya. Tambahnya shalat subuh mensyukuri nikmat rasa. Yakni dengan tangan manusia dapat meraba dan menentukan apakah benda ini asar atau halus. Shalat dzuhur mensyukuri nikmat penciuman, dengan hidung kita dapat mencium bau dari mepat penjuru mata angin. Shalat ashar mensyukuri nikmat pengdengaran, dengan telinga kita dapat mendengar suara dari mepat penjuru. Shalat maghrib mensyukuri nikmat penglihatan, dengan mata kita dapat melihat tiga arah walaupun pandangngan mata hanya ke satu arah. Shalat Isya mensyukuri nikmat rasa (lidah) dengan lidah kita dapat merasakan pahit, manis, dingin dan panas.
Sebenarnya jika dibahas lebih jauh, banyak sekali syukur yang dapat kita lakukan. Misalnya, belajar merupakan mensyukuri nikmat akal, dan banyak lagi yang lainnya.
Terlepas dari beberapa definisi sykur di atas yang jelas, yang jelas sykur dapat menambah kenikmatan karunia yang dimilikinya. Seseorang yang memiliki harta akan terasa sangat berharga dan nikmat jika digunakan sebagaimana mestinya.
Tingkatan syukur
1, Dengan lisan (alhamdulillah)
2. Tindakan (gunakan karunia sesuai dengan maksud pemberi)
Kufur menurut bahasa artinya tertutup. Adapun dalam pengertian istilah adalah tertutup hati atas karunia yang telah Allah berikan, sehingga tidak enggan dalam melakukan syukur.


