![]() |
| Biografi Imam Ibnu Hajar Alhaitami |
Ngajifiqih.com-Ibnu Hajar Al-Haitami dilahirkan pada tahun 909 H / 1504 M. Ayah
Kemudian dirawat oleh kakeknya yang bernama Syamsuddin Muhammad bin Badruddin ‘Ali bin Hajar. Ia hidup hingga 120 tahun lamanya dengan ingatan yang masih kuat dan selalu beribadah. Namun Ibnu Hajar mengatakan bahwa ingatan kakeknya serta ibadahnya mulai melemah semenjak umurnya melewati 120 tahun.
Ibnu Hajar Al-Haitami menikah pada tahun 932 H / 1525 M dengan anak pamannya (saudara kandung ayahnya) yang dimahari oleh gurunya yaitu As-Syanawi. Sehingga beliau memiliki 4 orang anak yang terdiri dari 2 putra (Muhammad bin Abil Khair dan ‘Abdurrahman Al-Haitami) dan 2 putri. Serta seorang cucu yang bernama Ridhaddin bin ‘Abdurrahman bin Syihab Ahmad bin Hajar Al-Haitami yang meninggal. Pada tahun 1041 H dan disemayamkan di dekat kakelnya yaitu Ibnu Hajar.
Perjalanan Hidup Ibnu Hajar Al-Haitami
Ibnu Hajar Al-Haitami telah menjadi yatim sejak ia masih kecil, semenjak itu ia tinggal bersama kakeknya hingga ia mampu menghafal Al-Quran dan “Manhaj” Imam Nawawi. Setelah kakeknya meninggal, beliau dirawat penuh oleh dua orang guru ayahnya yaitu Imam Syamsuddin bin Abi Al-Hamail dan Syamsuddin Asy-syanawi. Kemudian Syaikh Syanawi mengantarkannya kepada seorang sufi terkenal. Ahmad Al-Badawi di Thantha (meninggal 675H/1276M), tempat ia kemudian memulai pendidikannya di bidang hukum dan sains.
Pada tahun 924 H, Syaikh As-Syanawi mendaftarkannya ke Universitas Al-Azhar, dimana dia mempelajari matan “ منهاج”, “ مجتصر أبي شجاع , dan ilmu hadist yang digurui oleh Imam Zainuddin ‘Abdul Haq As-Sunbathi dan Imam Mujalli. Setelah mempelajari ilmu hadis, ia pun mendalami ilmu fiqih dan tidak menyia-nyiakan waktunya untuk belajar di Al-Azhar. Selain ilmu hadist dan Fiqih, ia juga mempelajari ilmu Nahwu, Sharaf, Ma’ani dan Bayan, Tauhid dan Ushulul Fiqh, Manthiq, Faraid dan Hisab, Kedokteran, dan Tasawuf.
Aqidah Ibnu Hajar Al-Haitami
Syaikhul Islam Syihabuddin bin Hajar beri’tikadkan ahlus sunnah wal jama’ah Al-‘asy’ariyah. Ittiba’ terhadap Abi Hasan ‘Ali bin Ismail Al-‘Asy’ari Al-bashri (260 – 324 H). Pada periode ini para ulama dari kalangan empat madzhab mulai banyak membukukan penjelasan-penjelasan akidah Ahlussunnah secara rinci.
Kepribadian Ibnu Hajar Al-Haitami
Berdasarkan berbagai pandangan dalam karangan beliau dan berbagai pendapat para Ulama mengenainya, maka dapat diketahui beberapa kepribadiannya (Rahimallahu), di antaranya:
Selalu menyeru serta bersikeras dalam kebenaran dan mencegah segalah hal yang dilarang dalam agama
Sangat menghormati Ahli Ilmu (guru)
Rendah hati dan tidak sombong
Sabar dalam menanggung beban
Gigih dalam menuntut ilmu dan menyelesaikan pendidikan
Menulis karangan dan mengeluarkan fatwa dengan seksama dan sangat berhati-hati
Pada tanggal 23 rajab tahun 974 hijriyah beliau menutup mata dengan ridha menghadap tuhannya, beliau di shalatkan di bawah pintu ka`bah. Di kuburkan di tempat penyaliban sahabat yang mulia Abdullah bin Zubair di kuburan al-Ma`la.
Baca Juga :
Hukum makan Daging Anjing
Hukum Talaq Lewat Media
Bagaimana Biografi Imam Ibnu Hajar Al-Haitami?
Ibnu Hajar Al-haitami dan Filsafat Pendidikan Islam.
Berdasarkan tuntutan ajaran Islam, filsafat pendidikan Islam memiliki pengertian yang mengkhususkan kajian pemikiran-pemikiran yang menyeluruh. Memiliki nilai-nilai tentang kebenaran yang hakiki dan mutlak sebagai ajaran Islam dengan sistem yang diyakini oleh penganutnya . Untuk dijadikan sebagai pedoman dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk didalamnya apek pendidikan.
Pemikiran yang radikal dan mendalam tentang berbagai masalah yang ada hubungannya dengan pendidikan Islam yang disebut filsafat pendidikan Islam. Terdapat perbedaan pandangan para pemikir mengenai Filsafat Pendidikan Islam sehingga melahirkan berbagai aliran dengan tokoh nya masing.
Adapun salah satu aliran tersebut yaitu aliran religius konservatif (al-muhafidz). Dan salah satu tokoh dalam aliran ini adalah Ibnu Hajar Alhaitami yang berpandangan bahwa konsep pendidikan harus dibangun dari nilai-nilai agama, terutama yang berkaitan dengan tujuan menuntut ilmu dan apa saja jenis atau tipologi ilmu yang perlu dipelajari. Menurut aliran ini tujuan keagamaan menjadi tujuan utama (ultime goal) dalam pendidikan.
Dalam bidang filsafat pendidikan islam beliau juga ikut mengambil peran, beliau merupakan salah satu tokoh aliran religius konservatisme (al-muhafidz, dan beliau telah memiliki konsep pendidikan tersendiri meliputi aspek pendidik, anak didik, dan orang tua sebagai pendukung. Konsep tersebut muncul dari jawaban Ibnu hajar terhadap berbagai pertanyaan mengenai pendidikan. Inilah biografi Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami


