Riwayat Hidup Sunan Bonang Tuban
Ngajifiqih.com-Belajar sejarah, kita semua mesti belajar sejarah. Agar paham asal usul kita ini darimana, paham akan jati diri kita dan mengerti bagaimana Negara Indonesia ini didirikan. Dan yang paling penting adalah dengan belajar sejarah, kita bisa menghargai setiap jasa orang terdahulu untuk merdeka dan hadirnya negara Indonesia ini. Semua Pahlawan pada zaman penjajahan dulu dan Semua Wali pada zaman kerajaan dulu.
![]() |
| Kisah dan karomah kewalian sunan bonang |
Riwayat Hidup Sunan Bonang Tuban
Membicarakan tentang Wali, tentu pikiran kita akan langsung tertuju pada Wali Songo, siapa itu wali songo? Wali Songo adalah kelompok para Wali yang menyebarkan Islam di Nusantara pada Abad ke 14, mereka memiliki wilayah penting di pantai Utara di Pulau jawa, seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban dan Demak, Kudus, Muria, juga sampai ke Cirebon. Dan agar kita lebih mengenal Wali Songo, dibawah ini saya cantumkan nama-nama dari Para Wali Songo :
Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
Sunan Ampel (Raden Rahmat)
Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim)
Sunan Drajat
Sunan Kudus
Sunan Giri
Sunan Kalijaga
Sunan Muria (Raden Umar Said)
Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
Nahh sudah kenal kan, Nama Para Wali songo, sekarang mari kita kenalan lebih dekat kepada salah satu Wali, Yaitu Sunan Bonang!
Memiliki Nama Asli Raden Makhdum Ibrahim, Sunan Bonang ini merupakan Putra dari Sunan Ampel dari hasil pernikahanya dengan Dewi Candrawati, Masa kecil Sunan Bonang sudah merasakan Indahnya Agama Islam, yang diajarkan langsung oleh ayahnya sendiri. Sunan Ampel memberikan pelajaran dengan tekun dan disipilin, dan kita pasti sudah tahu bagaimana pelajaran yang diterapkan oleh Sunan Ampel kepada anaknya, pasti sangat berat. Sunan Ampel sudah menyiapkan segalanya untuk membuat anaknya menjadi calon Wali yang terkemuka.
Baca Juga :
Cara Tayamum Yang Benar
Awal Mula Di Wajibkannya Shalat
Dalam sejarah diceritakan bahwa, Sunan Bonang Menimba Ilmu Sampai ke Pulau Seberang, tepatnya di Negeri Pasai, Aceh. Besama dengan Raden Paku saat masih remaja. Keduanya menimba Ilmu dari Ayah Kandung Sunan Giri, Syekh Maulana Ishaq, disana juga Sunan Bonang dan Raden paku menimba Ilmu dari para Ulama besaar disana, yang berasal dari Baghdad, Mesir, Arab, Persia dan Iran yang menerap di Negeri Pasai.
Setelah Lama menimba Ilmu di Negeri Pasai, Sunan Bonang kemudian Pulang ke Jawa,
dan Raden Paku kembali ke Gresik kemduain mendirikan Pesantren Di Giri, yang kemudian Raden Paku dikenal Sebagai Sunan Giri. Sementara itu, Sunan Bonang di minta ayahnya untuk menjalankan Dakwah di Tuban, Sunan Bonang dalam menjalankan Dakwahnya, menggunakan Kesenian Tradisional untuk menarik minat dan simpati dari Rakyat, Kesenian yang di gunakan adalah seperangkat Gamelan yang disebut Bonang.
Gamelan Bonang ini tebuat dari Kuningan yang bagian tengahnya ditonjolkan, cara menggunkananya adalah dengan memukul pada tonjolan itu dengan kayu dan akan mengeluarkan Bunyi yang merdu ditelingga. Dengan Cita rasa Seni yang tinggi, Sunan bonang berhasil mengajak masyakarat untuk ikut belajar memainkanya dan itu menjadi jalan untuk mengajak masyarakat mendekat dan mengenal Islam. Selanjutnya, Sunan Bonang memulai dakwahnya dengan tembang-tembang yang beliau bawakan, yang dimana Isi dari Tembangnya itu tentang Islam, dengan begitu masyarakat mendapatkan Ajaran islam dengan Senang hati dan bukan dengan paksaan.
Sunan Bonang Pengarang Tembang Tombo Ati
Salah satu Tembangnya yang sampai kini masih dikenal adalah Tombo ati, berikut Liriknya saya Lampirkan
“Tamba ati iku lima ing wernane.
kaping pisan maca qur an angen-angen sak maknane.
Kaping pindho shalat wengi lakonono.
Kaping telu wong kang saleh kancanana.
kaping papat kudu wetheng ingkang luwe.
Kaping lima dzikir wengi ingkang suwe.
Sopo wonge bisa ngelakoni. Insya Allah gusti Allah nyembadani”
Tembang ini juga pernah dibawakan Oleh Opick Musisi Religi Indonesia, dan beberapa penyanyi lainnya, makna dari Lagu ini kalau diartikan secara bebas, memiliki arti :
“Obat Hati, Itu lima perkaranya, Yang Pertama Baca Quran dan Maknanya, Yang Kedua Shalat Malam Dirikanlah, Yang ketiga berkumpulah dengan orang Shaleh, yang ke Empat harus sering berpuasa dan yang kelima Dzikir malam yang lama mengingat Allah Swt, Siapa yang bisa mengerjakannya, Insya Allah Dia akan meridhoinya”
Berkat Usaha dari Dakwahnya ini, Sunan Bonang memiliki Tembang yang sampai saat ini masih bisa dilantunkan, dari Para Santri, Masyarakat dari Tuban, Bawean, Jepara, dan sampai madura, Tembang ini juga sering dilantunkan masyarakat Jawa dimanapun mereka berada, sebelum Shalat biasanya tembang ini dilantunkan sambil menunggu imam datang.
Sunan Bonang, pada masa hidupnya menjadi Pendukung dari Kerajaan Islam di Demak, dan beliau juga ikut membantu dalam membangun Masjid Agung Demak di Jawa tengah, Saat itu Sunan Bonang lebih di kenal sebagai Bala Tentara oleh masyakarat Demak, Sunan Bonang dalam Kerajaan Demak, memiliki pernanan Penting, karena beliau memiliki Wewenang untuk mengangkat Sunan Ngudung ayah dari Sunan Kudus untuk menjadi Pangglima Perang Kerajaan Islam Demak, dan kemudian Mengangkat Sunan Kudus Menjadi Penganti Ayahnya sendiri, Setelah Sunan Ngudung Gugur.Dalam sejarah Sunan Bonang dikenal sebagai orang yang hebat dalam menjalankan Strategi pertempuran, Sunan Kudus pun mendapatkan Nasihat tentang Strategi pertempuran itu
Semasa Hidupnya, Sunan Bonang sangat memperhatikan Ajaran Islam, Beliau memberikan cara hidup yang baik sesuai ajaran Islam, agar masyarakat memiliki kesungguhan dan kecintaan Kepada Allah Swt, Beliau memberikan banyak nasihat kepada masyarakat melalui tembangnya dan dakwahnya, seperti pada salah satu tembangnya Tombo Ati, yang sudah saya bahas diatas.
Sunan bonang sangat memperhatikan ajaran islam, sehingga ia sering menunjukkan tata cara hidup yang baik agar orang islam menjalani kehidupan dengan kesungguhan dan kecintaan kepada Allah SWT.
Baca Juga :
Biografi Ulama Nusantara
Hukum Onani Dalam Pandangan Islam
Makam Sunan Bonang
Sunan Bonang Wafat pada tahun 1525 M, ada hal yang menarik dari Makam Sunan Bonang, karena ada 4 makam yang berbeda dan berlainan tempat. Berikut daftar Makam Sunan Bonang yang di klaim oleh orang-orang, tentunya klaim ini dibuktikan dengan Fakta Sejarah.
Lokasi Pertama diyakini berada di Belakang Masji Agung Tuban,
Yang Kedua berada di bukit di Pantai Utara Jawa, antara daerah Rembang dan Lasem, menurut masyrakat disana tempat petilasan itu dinamakan Mbonang, dan di Kaki Bukitnya diyakini ada Makam Sunan Bonang Tanpa Nisan hanya ada Tanaman Pohon Melati.
Yang ketiga adalah Makam Sunan Bonang yang berada di Bawean, Lokasi ketiga ini berada di Tambak Kramat, Pulau Bawean Jawa timur, di lokasi ini ada dua Makam yang dipercaya merupakan Makam Sunan Bonang, dimana keduanya sama sama berada di Tepi Pantai.
Menyadur dari Buku Islamisasi Di Jawa, Wali Songo sebagai penyebar ajaran Islam dijawa, dan menurut Penuturan babad (2000) dikatakan bahwa Sonan Bonang Wafat di Bawean, kemudian murid-muridnya di tuban, mengharapkan agar Sunan Bonang di makamkan di Tuban, tapi para santrinya di Bawean Menolak.
Semoga Kita bisa mengambil hikmahnya dari perjalanan Riwayat Hidup Sunan Bonan Tuban, Semoga bermanfaat.


